Menu

Jangan Salah Kaprah! Simak Trik dari Ahli Gizi Saat Pilih Menu Sarapan Sesuai Usia, Wajib Disimak Moms!

21 Oktober 2022 08:00 WIB
Jangan Salah Kaprah! Simak Trik dari Ahli Gizi Saat Pilih Menu Sarapan Sesuai Usia, Wajib Disimak Moms!

Ilustrasi menu sarapan terbaik untuk diabetesi. (Shutterstock/Edited By HerStory)

HerStory, Jakarta —

Moms tahukah jika ada istilah yang menyebutkan jika sarapan merupakan waktu makan terpenting dalam sehari, maka dari itu Moms dianjurkan tahu menu sarapan yang pas untuk anggota keluarga sesuai dengan usianya.

Pentingnya Memilih Sarapan yang Tepat

Bukan rahasia lagi bila menu sarapan yang tepat akan membantu energi Anda menjadi lebih bertenaga sepanjang hari. Apalagi bila menu sarapan tersebut sesuai dengan usia Anda.

Hal ini dikarenakan setiap usia membutuhkan nutrisi yang berbeda-beda sehingga bisa difokuskan pada menu-menu tertentu yang menunjang.

Contohnya adalah anak-anak yang membutuhkan asupan protein serta omega-3 yang tinggi.

Sayangnya, beberapa orang tua justru mengabaikan hal ini. Contohlah mungkin anak-anak yang lebih menyukai sereal manis dibandingkan makanan berprotein.

Lalu bagaimana penerapannya yang benar? Berikut adalah saran menu sarapan sesuai usia berdasarkan ahli gizi dikutip dari Huffington Post.

Menu Sarapan Sesuai Usia Keluarga

Usia 2-6 Tahun

Pada usia yang bisa disebut balita hingga lebih tua sedikit, umumnya rentan dengan keluhan konstipasi. Keluhan ini bahkan mencapai 30%, lo.

Kuncinya, menu sarapan untuk usia ini adalah penuh dengan serat.

Eits, tapi Anda pasti memahami bahwa usia ini rentan dengan memilih makanan, bukan?

Sehingga Anda perlu kreatif dalam memasukkan serat ke dalam makanan yang familiar dan tak membuat anak enggan.

Saran lainnya adalah membuat makanan menjadi bite-sized atau porsi kecil yang bisa segera dilahap.

Hal ini membuat anak-anak menjadi lebih mudah menikmatinya sebagai snack, tapi dengan gizi yang lebih baik.

Contohnya adalah telur dan alpukat yang sangat bermanfaat untuk perkembangan otak anak.

Usia Sekolah (6-12)

Pada usia ini, anak-anak diharapkan memiliki kalsium dan vitamin D yang cukup untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka.

Sayangnya, kenyataan justru menunjukkan sebaliknya. Banyak anak-anak yang tak mendapat nutrisi ini sehingga rentan mengalami pengeroposan tulang di masa dewasa.

Bagaimana cara Moms memastikan asupan vitamin ini tersedia?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan