Ilustrasi menu sarapan terbaik untuk diabetesi. (Shutterstock/Edited By HerStory)
Pada usia ini, para ahli gizi meyakinkan bahwa makan apapun lebih baik daripada tak sama sekali.
Prioritasnya adalah membangun konsistensi untuk sarapan meski dengan menu yang lebih sederhana daripada usia sebelumnya.
Bila Anda benar-benar kesulitan dalam menyiapkan makanan, Anda bisa mencoba instant oatmeal atau smoothies.
Namun bila Anda ingin fokus pada nutrisi, fokuskan pada karbohidrat ringan seperti sereal atau roti, buah, yogurt atau susu, dan telur.
Hal ini dikarenakan kalsium menjadi salah satu sumber penting untuk menyokong tubuh dan kelenjar endokrin.
Bila Anda tak menyukai susu sapi, cobalah yogurt atau keju!
Dewasa Tengah (40 – 60 tahun)
Kenyataannya, usia ini tak mendapatkan serat yang cukup sehingga Anda bisa fokus pada serat di gandum atau roti, buah, dan sayuran.
Contoh sarapan yang mudah adalah omelet dengan sayur, nasi atau oatmeal, dan protein!
Mudah sekali, bukan?
Lansia (60 ke atas)
Berbeda dengan asumsi bahwa lansia tak membutuhkan protein, justru gizi tersebut menjadi krusial pada usia ini!
Hal ini dikarenakan otot akan berkurang seiring perkembangan usia, khususnya pada lanjut usia.
Telur dan smoothie bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membangun otot yang mulai melemah. Tentunya hal ini bisa membangun kesehatan tubuh lebih baik.
Apalagi lansia perlu memastikan otak terus berjalan baik, sehingga omega-3 menjadi pilihan yang tepat seperti ikan ataupun buah-buahan yang mudah dikonsumsi.
Sepenting Apa Sarapan Bagi Keluarga?
Tak perlu didebatkan lagi, sarapan menjadi king of food sehari-hari yang tak boleh dilewatkan!
Hal ini dikarenakan sarapan seolah menjadi makanan penting setelah ‘puasa’ semalaman saat tidur.
Makanan saat sarapan bisa membantu meningkatkan energi dan kinerja otak, sehingga menyiapkan nutrisi yang dibutuhkan seharian.
Apalagi riset menunjukkan bahwa sarapan bernutrisi yang rutin bisa mengurangi kolestrol buruk, lo!
Sudah siap menyiapkan sarapan?
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.