Menu

Hati-Hati, Jangan Asal Percaya Tips Gizi di Media Sosial Moms!

03 Agustus 2026 02:15 WIB

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan: Di Tengah Berbagai Tantangan, Kolaborasi Menjadi Kunci. (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Moms, memenuhi kebutuhan gizi anak ternyata tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bergizi di meja makan. Orang tua juga perlu membekali diri dengan informasi gizi yang akurat, terutama di tengah maraknya konten kesehatan di media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Pesan tersebut disampaikan Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) saat mendukung puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok, Kamis (23/7).

Direktur Eksekutif APPNIA Poppy Kumala mengatakan, pemenuhan gizi merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak. Namun, fondasi tersebut tidak hanya bergantung pada ketersediaan pangan bergizi, melainkan juga pengetahuan orang tua dalam memilih asupan yang tepat sesuai tahapan usia anak.

"Pemenuhan gizi pada setiap tahap usia merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Namun fondasi tersebut hanya dapat terwujud apabila orang tua, khususnya ibu, memiliki akses terhadap edukasi gizi yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan," ujar Poppy.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin kompleks. Selain memastikan anak mendapatkan makanan bergizi, orang tua juga harus lebih selektif menyaring informasi yang beredar di berbagai platform digital.

"Saat ini banyak informasi beredar di media sosial dan kita tidak selalu bisa memastikan seberapa bertanggung jawab informasi tersebut," tambahnya.

Karena itu, APPNIA bersama perusahaan-perusahaan anggotanya terus memperkuat kolaborasi dengan akademisi, dokter anak, dan berbagai pakar untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan gizi serta pemilihan makanan yang sesuai dengan setiap tahap tumbuh kembang anak.

"Kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri, harus bersinergi agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak keluarga," kata Poppy.

Pesan serupa juga muncul dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Melalui Festival Budaya Anak, peserta menyampaikan Suara Anak Indonesia yang salah satunya menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak Indonesia.

Anak-anak juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program pemenuhan gizi, memperluas edukasi gizi, serta meningkatkan akses terhadap makanan bergizi agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa pemenuhan hak anak, termasuk hak memperoleh gizi yang baik, membutuhkan kerja sama semua pihak.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena hak anak harus dipenuhi semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci," ujar Veronica.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026, APPNIA juga berkolaborasi dengan Kemen PPPA menyediakan makanan dan minuman ringan bernutrisi bagi peserta kegiatan. 

Organisasi tersebut turut berpartisipasi dalam rangkaian Jelajah SAPA di Rusunawa Cakung Barat melalui dialog bersama anak-anak serta penyerahan bantuan simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi dan hak anak di Indonesia.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan