Menu

Tren Period Care Ramah Lingkungan Mulai Dilirik Remaja

31 Agustus 2026 02:40 WIB

Unicharm (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, perhatian terhadap produk menstruasi kini mulai bersinggungan dengan gaya hidup ramah lingkungan. Riset PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) pada 2025 menunjukkan hampir 30% siswi SMP yang menjadi responden bersedia membayar lebih mahal untuk pembalut yang lebih ramah lingkungan, sementara 25% menjadikan faktor tersebut sebagai salah satu pertimbangan utama saat memilih pembalut siang hari.

Perubahan perhatian konsumen muda tersebut turut mendorong pembahasan mengenai period care yang lebih berkelanjutan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Unicharm melalui brand Charm menggelar program edukasi menstruasi dan lingkungan bertajuk School to School Extra Maxi sejak April 2026.

Program tersebut menjangkau lebih dari 2.000 siswi SMP dan SMA di Jakarta. Melalui sesi interaktif, para siswi diajak memahami dampak konsumsi produk sehari-hari terhadap lingkungan sekaligus mendapatkan panduan menerapkan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle.

Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kebiasaan ramah lingkungan sejak usia sekolah. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan timbulan sampah nasional pada 2025 mencapai lebih dari 30 juta ton.

Sejalan dengan edukasi tersebut, Charm meluncurkan produk edisi terbatas Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package ukuran 23 cm pada Juni 2026. Produk tersebut menggunakan bio material yang berasal dari organic cotton, botanical oil, dan tumbuhan tebu pada bagian top sheet atau lapisan yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Aspek keberlanjutan juga diterapkan pada kemasannya. Kemasan produk menggunakan kertas yang lebih mudah terurai dan dapat didaur ulang. Desain kemasan juga memungkinkan pengguna memanfaatkannya kembali sebagai wadah menyimpan pembalut atau pernak-pernik lainnya.

Pada bagian kemasan karton (outer box), sebagian material memanfaatkan Empty Fruit Bunch (EFB) atau limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai upaya mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya alam.

Brand Ambassador Charm, Syifa Hadju, turut membagikan kebiasaannya menerapkan gaya hidup hijau.

"Di sela-sela kesibukan yang padat, aku selalu usahakan bawa tumbler dan tote bag sendiri buat mengurangi plastik sekali pakai. Selain itu, aku juga mulai mengurangi penggunaan kertas dengan beralih ke skrip digital misalnya dengan tablet daripada harus di-print tebal-tebal. Untuk urusan pemilihan produk, aku sebisa mungkin selalu pilih produk yang ramah lingkungan, salah satunya Charm yang sudah bertahun-tahun meluncurkan pembalut ramah lingkungan. Lewat hal-hal ini, aku percaya bahwa perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita," ungkap Syifa.

Presiden Direktur Unicharm Yasutaka Nishioka mengatakan edukasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemilihan pembalut, tetapi juga mendorong kebiasaan ramah lingkungan sejak dini.

“Program edukasi 'School to School Extra Maxi' hadir bukan sebatas memberikan pemahaman bagi siswi SMP dan SMA dalam memilih pembalut yang tepat sesuai kebutuhan. Kami membawa misi yang lebih besar, yaitu menginspirasi generasi muda untuk membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sejak dini demi melestarikan masa depan bumi.

Charm Extra Maxi Bio Materials tersedia di kanal e-commerce secara bertahap mulai pertengahan Juni 2026.

Artikel Pilihan