Bayi yang mengalami eksim. (Pinterest/Freepik)
Ketika si kecil terlihat gemuk, orangtua kerap bahagia karena merasa buah hati tidak mengalami kesulitan makan dan mendapatkan gizi yang cukup. Padahal bisa saja, penambahan berat badan yang terus-menerus menjadi salah satu tanda obesitas atau kelebihan berat badan, Moms.
Oleh sebab itu, penting ya Moms memahami obesitas pada anak. Agar Moms dapat mengantisipasinya sehingga si kecil tumbuh dengan sehat.
Untuk mengetahui anak obesitas cukup mudah, ya Moms. Biasanya obesitas pada bayi ditandai dengan pipi yang tembem, perut membuncit dan berlipat-lipat, payudara membesar, kedua tungkai umumnya berbentuk x, paha dalam saling menempel dan pada anak laki-laki oenis tampak kecil dan terbenam.
Baca Juga: Bumil! 7 Kebiasaan yang Terdengar Sepele Ini Bisa Berefek Buruk Pada Bayi, Hindari Deh Moms
Selain itu, biasanya anak seringkali tidur mengorok, tidur gak nyenyak karena sering terbangun di malam hari, serta kurang konsentrasi belajar di sekolah.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak dikatakan obes jika berat badan dan tinggi badan berada pada +3 dan overweight +2.
Moms, kalau si kecil sudah mengalami obesitas, maka berbagai hal berikut ini perlu Moms lakukan agar berat badannya dapat menjadi ideal kembali, yakni:
Nah Moms, kalau si kecil memang mengalami obesitas, sebaiknya kunjungi dokter anak, ya. Konsultasikan masalah nutrisi, akifitas fisik, dan dampak psikis yang terjadi. Dokter akan memberikan panduan makanan dan perhitungan kalori yang sesuai serta aktifitas fisik yang disarankan.
Baca Juga: Si Kecil Kejang? Ini Tips Mengatasi Kejang pada Bayi, Jangan Panik Moms!