Menu

Si Kecil Kejang? Ini Tips Mengatasi Kejang pada Bayi, Jangan Panik Moms!

Cherryn Lagustya
16 Desember 2021 16:10 WIB
Si Kecil Kejang? Ini Tips Mengatasi Kejang pada Bayi, Jangan Panik Moms!

Ilustrasi bayi sedang sakit. (Healthline/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Rasa panik dan khawatir tentu dirasakan orang tua ketika buah hati mengalami kejang. Kejang sendiri adalah keadaan darurat neurologis yang paling umum dalam empat minggu pertama kehidupan bayi.

Terkadang kejang hanya berlangsung beberapa menit dan terjadi sekali, tanpa meninggalkan kerusakan yang bertahan lama. Kejang terjadi ketika ada ledakan ekstra abnormal aktivitas listrik terjadi antara neuron (sel otak) di otak bayi.

Selama kejang, banyak neuron menyala sekaligus. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan. Penyebabnya mungkin termasuk cedera otak, infeksi, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti cerebral palsy. Risiko bayi kejang terkait demam paling berisiko ketika lebih muda dari 18 bulan, paling sering terjadi antara usia enam bulan hingga tiga tahun. 

Kadang-kadang, sulit bagi orang tua atau pengasuh untuk memperhatikan kejang pada bayi dan anak kecil, karena bisa jadi tidak kentara. Namun, tanda-tanda umum termasuk kehilangan kesadaran dan menyentak lengan dan kaki.

Kejang demam biasanya berlangsung kurang dari lima menit. Pada saat kejang, lengan dan kaki Si Kecil akan kaku dan mungkin berkedut. Mulut Si Kecil juga mungkin akan berbusa dan matanya berputar ke belakang, bahkan kehilangan kesadaran.  Kadang-kadang, kejang demam dapat berlangsung lebih lama dari 15 menit dan gejalanya mungkin hanya mempengaruhi satu area tubuh saja.

Ini dikenal sebagai kejang demam kompleks. Kejang-kejang ini terkadang terjadi lagi dalam waktu 24 jam atau selama periode di mana anak sakit.

Pada saat  bayi sering mengalami kejang, mereka harus mendapatkan perawatan untuk mencegah kerusakan otak. Kerusakan otak terjadi karena seringnya terganggunya kadar oksigen otak dan aktivitas sel otak yang berlebihan.

Menurut The National Institute of Neurological Disorders and Stroke, ketika bayi mengalami kejang, sangat penting untuk menjauhkannya dari benda keras untuk mengurangi risiko cedera. Saat area aman, gulingkan ke samping untuk mencegah tersedak.

Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut bayi atau mencoba menghentikan gerakan mulut apa pun, seperti menggigit lidah, karena dapat melukai bayi.

Segera bawa bayi ke ruang gawat darurat jika Si Kecil:

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Share Artikel: