Rabu, 8 April 2020 pukul 18.47 WIB, seantero Tanah air dibuat gempar dengan kabar yang begitu memilukan. Di tengah pandemi virus Corona yang kian merebak, Indonesia juga harus merelakan putra kebanggaan Tanah Air, Glen Fredly.

Luka mendalam begitu dirasakan setelah kepergian sang masterpiece lagu Romantis untuk selama-lamanya. Pria yang lahir 20 September 1975 ini menghembuskan nafas terakhir di usia 44 tahun lantaran penyakit Meningitis yang dideritanya.

Baca Juga: Glenn Fredly Telah Tiada, Aura Kasih: Selamat Berbahagia Bersama Tuhan, Renjana

Putra Maluku yang lahir dan besar di Jakarta, Glenn diketahui mulai menyukai dunia tarik suara sejak kecil. Bahkan, setelah kepergiannya tersebar luas potret Glenn Fredly yang tengah menerima hadiah dari Ka seto karena memenangkan lomba menyanyi dan berhasil mengalahkan Reza Artavia, 1984 silam.

Dalam potret tersebut, terlihat senyum sumringah Glenn kecil yang mersa senang karena berhasil memenangkan lomba tersebut. Memang sejak kecil, Glenn sudah sering menjuarai berbagai perlombaan dalam dunia tarik suara.

Beranjak remaja, Glenn pun mulai mengawali kariernya sebagai seorang penyanyi profesional pada 1995 silam. Kala itu, ia sudah menyelesaikan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia pun mengawali karier dengan menjadi seorang vokalis dalam band Funk Section.

Tapi Beauty, Glenn hanya bergabung selama tiga tahun lamanya dalam band ini. Sejak saat itu, ia pun memulai debutnya sebagai seorang penyayi solo. Saat itu, Glenn memulai debutnya dengan mengeluarkan album perdana yang bertajuk Glenn dengan delapan lagu di dalamnya. "Kau", "Cukup Sudah", dan "Mobil Mama" menjadi lagu yang berhasil hit di Malaysia.

Baca Juga: Tangis Keluarga dan Kerabat Pecah saat Lagu Kasih Putih Iringi Ibadah Pelepasan Glenn Fredly

Sukses dengan album perdananya, Glenn tampak ketagihan mengeluarkan album-alabum lagu berikutnya. 2002, Glenn meliris album Kembali dan salah satu single yang paling terkenal dari album tersebut hingga saat ini ialah "Kasih Putih". Berkat single tersebut, Glenn berhasil meraih penghargaan kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik di Anugerah Musik Indonesia 2001 silam. 

Suami Mutia Ayu ini juga pernah merilis sebuah album ketiga Selamat Pagi Dunia, 2003 silam. Album ini menjadi pembuktiannya di kancah musik Tanah Air. Single dari album tersebut hingga kini masih populer, seperti halnya single yang berjudul "Januari", "Sekali Ini Saja", "Terpesona", hingga "Aku Masih Di Dini".

Glenn dikenal sebagai seorang musisi yang andal memainkan kata-kata romantis di setiap lagu miliknya. Maka tak ayal kalau lagunya berhasil mengetuk pintu hati siapa pun yang mendengarkannya. 

Di tahun-tahun selanjutnya, Glenn juga merilis banyak album seperti Aku & Wanita (2006), Happy Sunday (2007), Private Collection (2008), Lovevolution (2010), Luka, Cinta, dan Merdeka (2012), dan Romansa ke Masa Depan (2019). 

Baca Juga: Suami Mutia Ayu, Glenn Fredly Tutup Usia

Tak hanya album melow dengan kata-kata romantis yang menyayat hati, Glenn juga diketahui pernah merilis sebuah album rohani, Terang, dengan sepuluh lagu di dalamnya.

Alumni Falultas Komunikasi Universita Moestopo ini juga diketahui pernah tergabung dalam grup musik Trio Lestari, bersama dua sahabatnya Shandy Sandhoro, 2011 lalu. Ia pun juga dikenal sebagai seorang produser untuk album Pasto (2005), Yura Yunita (2014), dan juga Hidayah (2016).

Berikut deretan penghargaan yang berhasil diraih Glenn Fredly atas karyanya di kancah musik Tanah Air:

  • Anugerah Industri Music, Malaysia kategori Album Indonesia Terbaik tahun 2000
  • AMI Award Artis Solo Pria R&B Terbaik tahun 2001
  • AMI Award Karya Produksi Urban tahun 2001
  • AMI Award Lagu Pop tahun 2004
  • AMI Award Artis Solo Pria Pop tahun 2005
  • AMI Award Karya Produksi Lagu Berbahasa Asing Terbaik tahun 2006
  • AMI Award Karya Produksi Jazz Terbaik tahun 2006
  • AMI Award Tim Produksi Suara Terbaik tahun 2006
  • AMI Award Artis Solo Wanita/Pria Urban Terbaik 2013
  • Piala Maya Lagu Tema Terpilih tahun 2014

Tak hanya pandai bermusik, Glenn juga diketahui andal memainkan perannya dalam dunia perfilman. Ia pernah mengambil bagian menjadi seorang produser dalam film Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi, dan Surat dari Praha.

Rupanya, tak hanya andal memainkan peran dalam dunia hiburan Tanah Air. Glenn juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, ia diketahui sangat peduli terhadap lingkungan. Hal itu dibuktikannya saat berpartisipasi dalam konser amal bertajuk Soul For Indonesian Earth, sebagai bentuk penghargaan akan bumi, 2007 lalu.

Kini, yang tersisa hanyalah kenangan dan karya dari seorang masterpiece Glenn Fredly. Selamat Berbahagia Bersama Tuhan, Glenn!