Setiap pasangan tentu ingin memiliki hubungan yang awet dan langgeng. Namun, sebuah penelitian menyebutkan kalau rasa cinta yang sebenarnya hanya bisa bertahan selama satu tahun. Benarkah begitu?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Pavia, Italia, menyatakan kalau senyawa dalam otak yang memproduksi rasa cinta itu hanya bertahan selama 12 bulan atau satu tahun. 

Penelitian tersebut melibatkan tiga kelompok pasangan yang baru menjalin hubungan selama enam bulan, pasangan yang sudah berjalan setahun atau lebih, dan orang-orang yang masih lajang.

Hasilnya, mereka yang berada di fase awal penuh gairah memiliki level protein Nerve Growth Factor (NGF) melonjak drastis. Sementara itu, pada pasangan yang menjalin hubungan lebih dari setahun memiliki level NGF yang kembali seperti semula alias seperti yang dimiliki orang-orang yang masih lajang.

Nah, kalau dilihat dari hasil penelitian, rasa cinta yang dirasakan saat pendekatan alias PDKT dan terasa lebih menyenangkan ketimbang saat hubungan sudah terjalin lama.

Baca Juga: Beauty Hati-hati, Inilah 4 Tipe Pria yang Paling Gampang untuk Selingkuh! Pasanganmu Termasuk?

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas