Sesuatu hal yang baik, jika dilakukan secara berlebihan tentu akan menghasilkan hal yang buruk. Ya, salah satunya adalah konsumsi makanan sehat. Mungkin kamu berpikir bahwa makanan sehat itu baik untuk tubuhmu, namun perlu diingat kembali bahwa sesuatu yang berlebihan akan memberikan efek buruk bagi kesehatan.

Makanan sehat biasanya dipilih sebagai cara untuk membuat tubuh terhindar dari berbagai macam penyakit, namun dalam upaya mengonsumsi diet sehat, tanpa disadari kita berada dalam bahaya jika terlalu banyak makan. Ternyata ada banyak makanan sehat yang dapat menyebabkan efek buruk jika dikonsumsi berlebihan. Inilah beberapa di antaranya:

Baca Juga: Sederetan Makanan Kekinian Ini Bisa Membahayakan Kesehatan Kamu Lho, Ada Kesukaanmu?

Ubi jalar

Ubi jalar adalah alternatif makanan sehat dibandingkan kentang biasa karena mengandung banyak nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin B, dan tembaga. Namun, kadar beta-karoten yang tinggi akibat terlalu banyak mengonsumsi sayuran akar manis berwarna oranye ini dapat mengubah tubuh menjadi oranye kekuningan. Kondisi ini disebut sebagai karotenemia. Oleh sebab itu, kurangi konsumsi ubi, wortel, dan makanan kaya beta-karoten lainnya akan membantu kulit kembali ke rona normalnya.

Kacang polong

Kacangan-kacangan, seperti kacang hitam, kacang merah dan kacang garbanzo (buncis) dikenal karena kandungan seratnya, yang membantu membuat tubuh merasa kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun, makanan ini bisa memberikan efek samping, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Saat mengonsumsi kacang-kacangan, perut akan merasa kembung dan penuh dengan gas. Selain itu, asupan serat yang berlebihan dapat menghambat penyerapan zat besi, magnesium, seng, kalsium dan nutrisi lainnya. Serat itu sendiri bertindak sebagai agen pengikat yang membawa nutrisi ini ketika melewati sistem di tubuh. Untuk menghindari efek samping serat yang terkandung dalam kacang, seimbangkan asupan kacang dengan minum banyak air.

Baca Juga: Dijamin Ampuh! Penelitian: Rajin Konsumsi Tahu dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Tahu

Tahu adalah alternatif non-daging terbaik dalam hal kebutuhan protein harian karena mengandung sembilan asam amino esensial. Selain itu, produk berbasis kedelai ini juga kaya akan kalsium, mangan, dan selenium.

Meskipun memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi kedelai dalam tahu yang berlebihan (lebih dari 4 porsi setiap hari) dapat mencegah protein diserap dan diproses oleh tubuh. Semua ini disebabkan oleh tingginya kadar trypsin dan protease inhibitor legum.

Grapefruit

Merujuk pada sarapan sehat, grapefruit tidak hanya baik untuk sistem kekebalan tubuh seperti buah jeruk pada umumnya, tetapi juga memiliki kadar gula yang rendah. Selain itu, grapefruit juga mengandung vitamin C, likopen, kalium dan serat, yang semuanya bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Jika kamu mengonsumsi obat resep tertentu, sebaiknya hindari konsumsi buah grapefruit karena dapat mengganggu enzim di jalur usus, menyebabkan efek dari beberapa obat ini menjadi berlebihan.

Baca Juga: Benar Enggak Sih Rutin Konsumsi Sayur dan Buah Bisa Lawan Kanker?

Cabai

Sebagai sumber nutrisi penting bagi banyak orang di seluruh dunia, cabai ada di mana-mana: dalam makanan biasa dan masakan sehari-hari. Tingkat antioksidan yang tinggi dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu membalikkan efek penuaan. Namun, kandungan utama dalam komposisi nutrisi cabai adalah capsaicin. Konsumsi capsaicin yang teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung sambil menurunkan tekanan darah.

Namun, kamu harus membatasi konsumsi saus pedas saat sarapan atau makan siang, karena capsaicin dapat memicu lonjakan suhu tubuh, mengganggu siklus tidur alami tubuh. Selain itu, terlalu banyak konsumsi cabai dapat menyebabkan mual, diare, dan sakit perut.