Menu

Dukung Kesetaraan Gender, Ini Kisah dan Gebrakan Evelyn Yonathan sebagai Pemimpin Wanita di Lazada Indonesia

18 Maret 2022 14:23 WIB
Dukung Kesetaraan Gender, Ini Kisah dan Gebrakan Evelyn Yonathan sebagai Pemimpin Wanita di Lazada Indonesia

Evelyn Yonathan, Chief People Officer (CPO) Lazada Indonesia. (Dok. Lazada Indonesia/Edited By HerStory)

Kemudian, terkait dengan pesatnya kemajuan teknologi dan tuntutan pasar, industri e-commerce pun kini menjadi sangat kompleks. Kata Evelyn, hal itupun mengharuskan dirinya untuk siap menghadapi berbagai macam tantangan. Lantas, bagi Evelyn sendiri, suka duka bekerja di industri e-commerce ini apa saja ya?

“Sukanya itu berasa muda terus. Karena sekelilingnya anak muda. Terus kemudian we always became a trendsetter. Kita tau yang akan terjadi ke depan itu seperti apa, kita lebih cepat, market itu maunya seperti apa kita tahunya lebih cepat. Jadi itu menyebabkan kita punya informasi terdepan. Itu sukanya. kalau dukanya, adalah I cannot lie bahwa kerja di e-commerce itu penuh dengan perubahan. You need to be very agile. Kadang-kadang kita sebagai manusia capek juga ya, yah berubah lagi. Tapi we need to understand bahwa perubahan-perubahan itu mahal harganya kalau misalnya di korporat. Jadi in the end kalau kita melakukan perubahan, dan we need to understand bahwa ini tujuan akhirnya mau kemana. Dan in the way we need to be very agile, itu sih. Kemudian waktu. Sebenarnya kerja di e-commerce kalau disebut gak punya life balance gak juga ya, aku juga weekend gak buka laptop, begadang pun jarang. Jadi gimana pinter-pinternya kita atur waktunya aja,” beber Evelyn.

Lebih lanjut, Evelyn pun lantas membeberkan skill apa yang harus dimiliki seseorang utamanya wanita untuk terjun ke industri e-commerce. Evelyn bilang, siapa saja punya peluang karier di e-commerce. Tapi, kalau mau berkembang dan sukses di industri ini, kamu harus memiliki growh mindset dan punya skill untuk agile.

“Skill yang dibutuhkan wanita untuk terjun ke e-commerce, menurut aku baik itu wanita atau pria itu sama. Yang pertama itu harus punya growth mindset dulu. Kalau kita gak punya itu, kita gak mau berkembang, ya susah. Kenapa? Karena e-commerce itu speed nya itu sangat cepat. Dan semuanya banyak yang baru setiap saat. Jadi perlu orang agile, in the same time dia harus punya growth mindset bahwa dia mau belajar sesuatu yang baru. Kalau kita tidak compatible dengan perubahan yang sangat cepat, itu akan sulit untuk masuk ke e-commerce. Itu dulu sih yang dibutuhin yang paling basic,” jelas Evelyn.

Selama mengemban tugas untuk memerhatikan kebutuhan karyawan alias people di Lazada Indonesia, Evelyn mempunyai kiat-kiat tersendiri dalam memimpin.

“Kalau ditanya gaya leadership yang saya anut, saya bisa katakana saya sangat self forward, terus kemudian balik lagi karena demografik di sini kebanyakan anak muda, jadi mau gak mau style-nya juga harus kayak anak muda. kita harus to be able dalam arti entertain. Entertain di sini maksudnya cara mereka berkomunikasi kan sangat cepat, self forward, dan sangat terbuka, jadi dengan demografik ini mau gak mau segala policy yang saya buat di Lazada itu harus mumpuni kebutuhan anak muda. kita sebagai leader harus open minded. You need to be able to accept the criticize. Jadi jangan kita mau nyarinya anak muda trus kita pakai di kantornya itu policynya hierarki yang panjang. Itu gak akan masuk. Jadi banyak sekali policy-policy yang kita buat itu kita ajust supaya bisa masuk ke demografik yang kita punya,” jelas Evelyn.

Baca Juga: Weaving Wonders Angkat Kisah Perempuan NTT di Balik Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

Baca Juga: Makin Bertumbuh dan Berdaya, Event Perempuan Kini Lebih dari Sekadar Bazar Fashion

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan