Menu

Dukung Kesetaraan Gender, Ini Kisah dan Gebrakan Evelyn Yonathan sebagai Pemimpin Wanita di Lazada Indonesia

18 Maret 2022 14:23 WIB
Dukung Kesetaraan Gender, Ini Kisah dan Gebrakan Evelyn Yonathan sebagai Pemimpin Wanita di Lazada Indonesia

Evelyn Yonathan, Chief People Officer (CPO) Lazada Indonesia. (Dok. Lazada Indonesia/Edited By HerStory)

Terlepas dari itu semua, Evelyn pun lantas membeberkan ihwal perubahan yang telah berhasil dilakukan oleh tim people yang ‘disupiri’ olehnya yang patut menjadi contoh bagi Lazada di negara lain. Menurutnya, salah satu hal yang jadi best practice Lazada Indonesia yang dicontoh Lazada di negara lain adalah program FOYO. FOYO adalah inisiatif dari Lazada Group, kependekan dari Forward Youth, dimana itu adalah program khusus untuk memberikan empowerment ke anak-anak muda Indonesia.

Dengan komitmen pemberdayaan generasi muda yang kuat, kata Evelyn, pihaknya di Lazada Indonesia bahkan membentuk satu tim khusus untuk menangani FOYO. Tujuannya, memastikan pelaksanaan FOYO terstruktur dan menghasilkan talenta Lazada yang terampil, kuat, dan mampu mengikuti perkembangan industri e-commerce yang sangat dinamis.

“Jadi FOYO ini dijalankan Lazada di tiap negara, tapi inisiatifnya berbeda-beda tiap negara. Dan di Indonesia kita memilih jalur pendidikan. Dimana jalur pendidikan kita ikutan sama Kampus Merdeka. Kita welcome banget saat diundang sama Kampus Merdeka karena kita tahu talent yang melek teknologi ini di Indonesia sangat sedikit. Tapi mereka punya skill-nya, tinggal kita ngasahnya. Kita sudah berjalan 2 batch. Dan itu itu kita sangat happy dengan angkanya, padahal vacancy yang kita buka untuk lowongan Kampus Merdeka itu gak banyak tapi yang melamar itu banyak sekali. Kita gak nyangka animonya begitu besar. Ternyata banyak anak muda yang mau melek dengan industri digital teknologi kita,” beber Evelyn.

Selain FOYO, lanjut Evelyn, Lazada pun punya program lainnya bertajuk LazPrentice. Program tersebut merupakan program intership internal Lazada Indonesia. Berbeda dengan FOYO, LazPrentice menyasar mahasiswa yang sudah di tingkat akhir maupun fresh graduate. Program ini diadakan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan bulan September.

“Selama setahun, kami mencari sekitar 30-50 orang untuk magang di Lazada. Jika selama magang peserta dapat menunjukkan performa yang bagus, mereka bisa diangkat menjadi karyawan tetap di Lazada. Ini prosesnya panjang banget tapi kita sangat happy animonya besar banget. Gak hanya itu, kita juga melakukan scholarship. Yang kita lakukan adalah untuk kita bagi 2, yaitu scholarship internal dan eksternal. Yang eksternal ini kita pilih dari anak-anak mahasiswa yang kebetulan juga kita mau kasih ke 10 orang tapi yang daftar 2000-an. Dan itu luar biasa pinter-pinternya,” imbuhnya.

“Nah kalau yang internal ini kita memberikan kurir-kurir kita. Jadi banyak kurir-kurir ini yang masih pada kuliah. Jadi kita memberikan scholarship buat mereka. Tapi caranya gak segampang itu. Jadi para kurir ini mereka harus presentasi masalahnya apa, cara menyelesaikannya gimana, dari situ baru kita pilih. Jadi ini inisiatif FOYO kita yang impact-nya sangat luar biasa yang akhirnya itu dicontoh sama negara-negara lain. Itu salah satu contohnya lah yang kita lakukan,” lanjut Evelyn.

Nah Beauty, sederet kontribusi Evelyn di Lazada Indonesua ini merupakan contoh bahwa ia mampu menjadi Kartini masa kini lewat caranya sendiri. Untuk sampai di posisi seperti sekarang, Evelyn selalu percaya bahwa proses tak akan mengkhianati hasil. Mengenali diri sendiri, mengetahui tujuan yang ingin dicapai, dan berjuang untuk menggapai hal itu menjadi pegangan Evelyn dalam menjadi wanita yang berdaya.

Baca Juga: Weaving Wonders Angkat Kisah Perempuan NTT di Balik Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal

Baca Juga: Makin Bertumbuh dan Berdaya, Event Perempuan Kini Lebih dari Sekadar Bazar Fashion

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan