Menu

Suci Maulana, CEO Startconn: Mendobrak Stigma di Dunia Kehumasan, Seperti Apa Kisahnya?

10 Mei 2022 19:49 WIB
Suci Maulana, CEO Startconn: Mendobrak Stigma di Dunia Kehumasan, Seperti Apa Kisahnya?

Suci Maulana, CEO Startconn. (Dok. Istimewa/Edited By HerStory)

Dikatakan Suci, sepak terjangnya membangun Startconn bukan hal yang mudah. Setidaknya, kata dia, perlu 2 tahun untuk struggling dari berbagai tantangan. Terlebih, saat memulai bisnisnya itu, Suci pun dihadapkan dengan kondisi pandemi.

“Yang namanya bisnis kan gak langsung jalan ya. Apalagi waktu itu baru-baru pandemi. Kemudian, membuat orang percaya itu gak gampang, terlebih kompetitor juga banyak. Bidang public relations sendiri di Indonesia kan bukan something new, banyak banget perusahaan atau agency PR di Indonesia yang sudah besar, baik skala lokal maupun internasional,” ujar Suci.

Lebih lanjut, Suci menuturkan bahwa sebagai perusahaan kehumasan terkemuka, Startconn memiliki beragam jasa layanan kepada klien. Seperti membuat campaign untuk membangun citra korporasi sesuai dengan visi dan misi dari klien, hingga berupaya membesarkan brand klien. Dan, Startconn pun akan menjadi mitra dalam menerapkan strategi pemasaran digital, hubungan influencer, dan strategi kreatif lainnya.

“Salah satu service kita berkonsentrasi ke event juga, jadi elaborate dari service kita. Selain itu kita juga ada media relation, digital marketing, creative service, karena kalau bicara PR tentu ada sisi kreatifnya, yaitu meng-campaign-kan sesuatu, event juga salah satunya,” papar Suci.

Suci pun menilai bahwa sejatinya aktivitas public relations ini tak dapat dipisahkan dalam kelangsungan bisnis dan perusahaan. Dalam hal ini, public relations memiliki peran penting dalam membangun hubungan positif dengan publik atau masyarakat, dan menciptakan hubungan yang memuaskan antar stakeholder, sekaligus meningkatkan reputasi perusahaan.

Namun, di tengah perkembangan teknologi digital, terlebih di tengah pandemi yang tak berkesudahan ini, aktivitas public relations kerap dihadapkan pada beberapa tantangan. Salah satunya adalah perubahan media informasi yang digunakan, serta pola komunikasi masyarakat yang telah berubah.

“Tantangan, terlebih saat pandemi ini adalah terkait cara berkomunikasi yang cukup berbeda. Kita juga sangat terpengaruh how people change, apalagi kita ketahui bahwa di Startconn ini konsentrasinya ke klien consumer good. Kita sangat struggling saat pandemi ini. Karena dari segi pendapatan kita balik lagi ke yang punya brand itu produknya terjual tidak ya, dan apa sih challenging-nya dia, jadi makanya balik lagi ke motto kita, Worthy Plan For Best Result, jadi kita identify apa sih poin-poin dari klien itu. Dari poin-poin itu kita elaborate ke strategi kita,” jelas Suci.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini 5 Dampak Negatif Jika Kamu Terlalu Terobsesi Untuk Sukses!

Baca Juga: Awkarin: Wanita Juga Punya Hak untuk Sukses Secara Finansial dan Jadi Pemimpin

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: