Ketakutan adalah bagian yang tak terhindarkan dari menjadi anak-anak. Bersembunyi di balik sofa saat terjadi hujan, memastikan tak ada sesuatu di lemari, hingga berujung tak bisa tidur kalau tidak ditemani.

Ketika ketakutan ini muncul, sebagai orang tua naluri alami kita sering kali adalah untuk menenangkan dan menghibur. Namun, secara realistis, orang tua tidak dapat dan tidak boleh  selalu ada untuk membantu anak-anak agar tenang. Mengajari anak cara mengelola ketakutannya tanpa campur tangan orang tua akan membantunya membangun kepercayaan diri dan kemandirian yang dia perlukan untuk merasa lebih bisa mengontrol, dan mengurangi rasa takut, baik saat ini maupun saat dia besar nanti.

Untuk membiasakannya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dikutip dari Childmind, berikut adalah caranya.

Pengaturan diri

Jadi, bagaimana kita membantu anak-anak mulai merasa lebih berani? Kuncinya adalah keterampilan tak terlihat yang disebut pengaturan diri. Mengatur diri sendiri pada dasarnya adalah kemampuan untuk memproses dan mengelola emosi dan perilaku kita sendiri dengan cara yang sehat. Itulah yang memberi kita kemampuan untuk merendahkan diri atau merasakan sesuatu tanpa bertindak berdasarkan hal itu.