Tahukah Moms, keharmonisan berumah tangga tak hanya dibangun melalui komunikasi. Tapi, Moms dan suami harus mengedepankan sisi romantis, yakni dengan rutin melakukan hubungan seks dalam frekuensi waktu tertentu.

Terkait dengan frekuensi hubungan seks suami istri ini, saat ini muncul istilah sindrom dead bedroom relationship.

Psikolog, Sheryl Kingsberg, PhD., menuturkan, sindrom ini merupakan kondisi di mana pasangan sudah jarang sekali atau bahkan tak tertarik melakukan hubungan intim.

"Ada banyak alasan mengapa pasangan mengalami 'dead bedroom atau kematian ranjang,' yang merupakan istilah yang lebih umum digunakan," kata Kingsberg, dikutip HerStory dari laman uhhospitals.org, Jumat (3/9/2021).

“Ibaratnya situasi ini seperti ayam dan telur, mana yang lebih dulu datang, kan? Apakah karena hubungan yang buruk, Anda tak menyukai pasangan, Anda tak bahagia dengan orang itu. Di sisi lain, apakah kurangnya seksualitas menyebabkan masalah lain dalam hubungan Anda?,” lanjut Kingsberg.

Efek Kurangnya Seksualitas di Ranjang

Saat seseorang mengalami dead bedroom relationship, tentu akan sangat menguras tenaga dan akhirnya dapat memisahkan pasangan itu sendiri.

Efek yang lainnya jelas akan menimbulkan rasa frustrasi, tak dihargai, tertekan, dan kesal, pada salah satu atau kedua pihak. Dan tentunya, kondisi tersebut tentu akan memengaruhi aspek lain dalam mengasuh anak.

Baca Juga: Seksolog Beberkan Penyebab Wanita Bisa Kentut saat ‘Enak-enak’, Ternyata…