Cicilia Nina Triana, Direktur AXA Financial Indonesia. (Dok. Pribadi/Edited By HerStory)
Dan, meski telah sukses menjadi pemimpin wanita, Nina nyatanya tetap bisa menyeimbangkan antara karir dan keluarganya. Karena menurut dia, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga sangatlah penting. Namun yang mesti digarisbawahi, kata dia, arti ‘menyeimbangkan’ di sini, jangan melulu hanya ‘menyudutkan’ si wanitanya sendiri. Sang pria, dalam hal ini suami, pun perlu melakukan hal serupa.
“Ini seru nih, menyeimbangkan karir dan keluarga banyak orang yang mempertanyakan hal itu. Buat aku pribadi, kalau kita bekerja dengan hardwork, dengan heartwork, itu otomatis akan seimbang menurut aku. Karena gini, ketika kita berkarir dan karir kita bagus kita bawa pulang uang yang bagus, yang happy siapa, keluarga. Bagi aku, bagaimana menyeimbangkannya? tidak pernah ada kata seimbang yang balance, tetapi unbalance ini akan mem-balance area lain tentunya. Contoh, aku gak punya waktu yang banyak untuk anakku, tapi aku punya karir yang bagus sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk anakku. Jadi, dia punya quality life yang bagus juga. Dengan didikanku yang seperti itu anakku juga bukan menjadi anak yang manja bukan menjadi anak yang merengek-rengek yang minta mamanya selalu temenin dia. Mungkin waktu buat dia itu cuman 2 jam sedangkan waktu aku untuk kerja itu bisa 14 jam tapi dia nggak cemburu karena aku bisa mengakuisisi itu dengan bentuk yang lain,” paparnya.
“Namun, seringkali wanita itu merasa bahwa keseimbangan hidup itu adalah 50% untuk keluarga dan 50% untuk kerja. Nah balik lagi kita sebagai wanita di rumah, di karir pun kita harus semua edukasi surround kita, meng-educate suami kita untuk mengerti kita juga. Jadi, balance itu nggak akan pernah sampai balance kalau hanya kita satu sisi yang mem-balance–kan. Kita mencoba balance tapi suami kita pernah balance, setengah mati kan itu susahnya,” sambung Nina.
Lalu, saat disinggung mengenai stigma apa yang ingin ‘dipatahkannya’ sebagai woman leader sukses nan inspiratif, Nina pun punya jawaban yang sangat-sangat menarik nih, Beauty
“Kalau stigma yang ingin aku patahkan pertama, bahwa ada orang yang mengatakan semakin tinggi posisi, semakin sepi hidup kamu. Itu yang ingin aku patahkan, karena enggak kok kenyataannya. Semakin tinggi posisi justru kita bisa merangkul lebih banyak, dan itu happy banget. dan aku bisa melihat anak-anak atau tim aku sekarang bisa bertumbuh. Itu hadiah terindah ketika bisa melihat orang bertumbuh dalam kehidupannya,” imbuh Nina.
Stigma kedua yang ingin diubah Nina adalah terkait ungkapan ‘wanita kerap dijajah pria sejak dulu’. Menurutnya, justru saat ini ada fenomena yang juga lebih ironis. Yakni, kebiasaan ‘menjatuhkan’ sesama wanita.
“Stigma kedua yang mau aku benerin adalah, ada stigma yang mengatakan bahwa wanita dijajah pria sejak dulu, itu bohong! Karena sekarang justru banyak wanita malah dijajah oleh sesama wanita juga. Karena itulah ini tugas kita lah untuk tadi jangan sampai ada layangan putus, tapi jadilah layangan tangguh,” ujar Nina.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: